0
MEDAN|GLOBAL SUMUT- Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi membuka seminar Accelerated Culture Transformation (ACT) di Grand Serela Hotel & Convention Medan, Jumat (23-05-2014). Untuk mendukung upaya peningkatan kualitas spiritual atau Emotional Spritual Quontient (ESQ) di jajaran Pemprov Sumut.
Menurut Wagubsu, untuk bisa berprestasi lebih baik seorang manusia tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ) tapi juga sangat memerlukan kecerdasan spiritual ISQ).
“Dengan kecerdasan spiritual, maka seorang manusia bisa lebih seimbang. Karenanya saya sangat mendukung jika nanti Ary Ginanjar juga memprogram pelatihan serupa untuk Pemprov Sumut setidaknya untuk para Eselon II,” harap Wagubsu.
Dengan adanya pelatihan ESQ, maka pejabat di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara paling tidak para Eselon II dapat bertransformasi untuk menjadi lebih baik. Lebih bersemangat dalam menjalankan tugas-tugasnya.
Erry Nuradi menambahkan, berdasarkan penelitian, di tengah kencangnya kemajuan teknologi juga informasi unsur Sumber Daya Manusia (SDM tetaplah memegang peranan yang sangat strategis dalam kemajuan organisasi. Namun sangatnya masih sedikit program atau kegiatan yang berkaitan langsung dengan pengelolaan SDM ini.
“Lebih banyak program yang justru berkonsenterasi kepada perbaikan sistim dan prosedur . Padahal ini saja tidaklah cukup untuk membuat suatu perubahan substantive bagi organisasi,” tegas Wagubsu.
Program untuk SDM juga idealnya diiringi Selain perbaikan cara berfikir (mindset), sehingga akan ada perubahan perilaku SDM yang lebih baik juga produktif.
Panitia Pelaksana Aswin Rangkuti mengatakan bahwa seminar dihadiri 100 orang. Peserta terdiri dari Pimpinan Perusahaan BUMN dan BUMD dan juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provsu. Seminar langsung ditangani Pendiri ESQ/ Pakar Pengembangan Karakter Ary Ginanjar Agustian.
Pada kesempatan tersebut Pendiri ESQ/ Pakar Pengembangan Karakter Ary Ginanjar Agustian mengatakan, program ESQ sangat penting untuk mengembalikan “Jiwa” yang telah hilang selama ini. Jiwa itu berupa Misi, Visi, Nilai dan Makna hidup yang sebetulnya sangat mempengaruhi manusia dalam hidupnya. “Hilangnya jiwa ini membuat manusia jadi lalai, dan ujungnya hilanglah budaya kerja seperti Kejujuran dan Komitmen serta Loyalitas atau Kemuliaan/ Harga Diri,” ungkap Ary.(R-01)

Posting Komentar

Top