0
SIANTAR | GLOBAL SUMUT-Upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2016 yang bertemakan “Satukan Langkah Untuk Negeri” dilaksanakan di Lapangan H. Adam Malik Pematangsiantar, bertindak selaku Inspektur Upacara Penjabat Walikota Pematangsiantar, Anthony Siahaan SE,ATD,MT dan Komandan Upacara Kapten Inf Dedi Simanjuntak Danramil 01/SU Kodim 0207/Simalungun.

Tampak hadir dalam Peringatan Hari Pahlawan tersebut, Danrem 022/PT Kolonel Inf Gabriel Lema S.Sos, Kasrem 022/PT Letkol Inf Baginta Bangun, S.I.P, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus Kota P.Siantar, Dandenpom I/1, Kasdim 0207/Sml, Kakan Kemenag dan sejumlah Perwira TNI/Polri lainnya serta segenap jajaran Pimpinan SKPD, Camat dan Lurah se-Kota Pematangsiantar. 
 
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Pj. Walikota Pematangsiantar mengatakan, Peringatan Hari Pahlawan merupakan peringatan nasional pada setiap 10 November yang didasarkan pada peristiwa "Pertempuran 10 November 1945" di Surabaya. Pertempuran ini merupakan pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia dengan asing pasca proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Peristiwa tersebut memberi kita pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah "politik ketakutan”, melainkan "politik harapan". Bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan. Gerakan revolusi mental diharapkan bisa mendorong gerakan hidup baru.  Gerakan hidup baru adalah gerakan revolusi mental "untuk menggembleng manusia indonesia ini menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali. Berjiwa api yang menyala-nyala. Itulah jiwa patriotisme progresif yang harus kita kobarkan dalam menghadapi tantangan dan persoalan pembangunan hari ini.

Pada bagian lain Menteri Sosial mengatakan, tantangan dan persoalan yang kita hadapi saat ini memang berat. Akan tetapi, kita tidak boleh putus pengharapan. Para pahlawan kusuma bangsa mengajarkan pada kita arti penting perjuangan, ketabahan dan harapan. Bahwa barang siapa yang ingin memiliki mutiara harus kuat menahan nafas, dan berani terjun menyelami samudera yang sedalam-dalamnya. Oleh karena itu, melalui momentum peringatan hari pahlawan 10 November 2016 kita dapat mengambil makna yang terkandung didalamnya dengan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada kita semua seperti: taqwa kepada tuhan yme, pantang menyerah, jujur dan adil, percaya kepada kemampuan sendiri serta kerja keras untuk membangun indonesia yang sejahtera se-bagaimana cita-cita para pahlawan bangsa.

Dengan sutu tekad dan ketulusan untuk bersama-sama saling bahu-membahu dan dilandasi oleh makna dan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong, maka saya yakin bangsa indonesia dapat mengatasi berbagai permasalahan yang melanda, dan dapat menjadi bangsa "pemenang" mampu bersaing dengan negara dan bangsa lain.

Usai upacara Pengibaran Bendera dan pembacaan Pesan-Pesan Pahlawan oleh siswa Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Pematangsiantar, dilanjutkan dengan Upacara Tabur Bunga di Makam Pahlawan Nagur di Jalan Sang Naualuh, Siantar Timur. Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada kegiatan tabur bunga ini, Kapolres Pematangsiantar, AKBP Dodi Darjanto,SIK,MTTA.

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus, diantaranya, Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak SE, Kajari M.Masril M.Hum, Ketua Pengadilan Negeri Pesta P. Sitorus M.Hum, Dandenpom I/1, Mayor Sutrisno SE, Kasdim 0207/Sml Mayor Adi Sutrisno, Kakan Kemenag Drs.Abdurrahman Harahap, serta sejumlah perwira TNI/Polri lainnya. Dari jajaran Pemko Pematangsiantar hadir Sekda Drs.Donver Panggabean M.Si bersama segenap jajaran Pimpinan SKPD, Camat dan Lurah Se Kota Pematangsiantar. (Humas Pemko Pematangsiantar).  

Posting Komentar

Top