BELAWAN | GLOBAL SUMUT -Ketidak adilan masih dirasakan warga di kawasan Belawan, betapa tidak,
betapa banyak hasil dari kegiatan di Belawan disedot ke Jakarta Pusat namun sangat ironisnya pembangunan serta perbaikan jalan di Medan Belawan tak kunjung tiba bahkan justru dibiarkan mungkin sampai
menunggu banyak korban berjatuhan.
Begitu gambaran kenyataan yang ada di Belawan, kondisi infrastruktur jalannya masih terbilang kampungan, padahal Belawan merupakan kota Pelabuhan terbesar ketiga di Indonesia yang hingga kini pembangunannya
masih dianak tirikan, hingga kini warga Belawan sangat mengharapkan adanya perbaikan kerusakan badan jalan lintas Medan Belawan di Km 21dan tak menutup kemungkinan bila harapan warga tak dihiraukan, maka warga akan mengadakan aksi demo pemblokiran jalan dilokasi tersebut.
Rencananya kami bersama ratusan warga yang peduli transportasi jalan akan turun ke jalan rusak tersebut untuk mengelar aksi pemblokiran jalan lintas Medan Belawan menuntut segera diperbaikinya kerusakan
jalan,"kata H.Saiful Famar tokoh masyarakat pemerhati Pendidikan dan Pembangunan di Belawan.Senin (16/09/2013).
Caleg DPRD Kota Medan Dapil V bernomor urut 4 dari Partai Nasdem ini pun tak bisa tinggal diam melihat kondisi kupak kapiknya jalan di kampung halamannya tersebut, dalam orasi nantinya, kami warga Belawan
mendesak pihak PU Pemko Medan dan Pemerintah Pusat segera memperbaiki kerusakan badan jalan lintas Belawan yang merupakan jalan vital menuju keluar masuknya ke pelabuhan Belawan kategori jalan Nasional.
Kita juga menyayangkan masih minimnya perhatian Pemerintah pusat terhadap pembangunan di kawasan Medan Utara ini, padahal sumber pendapatan terbesar disedot dari Belawan bagi Pemerintah Pusat sebagai
contoh, disini ada Pelabuhan Indonesia, Pelabuhan Perikanan, BUMN Kawasan Industri Medan (KIM) serta BUMN lainnya, Ujar Saiful.
Warga juga mengancam akan memboikot pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) terkait masih dibiarkannya kerusakan badan jalan KL.Yosudarso Medan Belawan Km 21 hingga menimbulkan kemacetan panjang kenderaan bermotor ditambah lagi adanya proyek pengalian pipa gas PN Gas hingga memakan badan jalan, apalagi akses jalan lintas keluar masuk Pelabuhan Belawan itu setiap harinya dilalui ribuan kenderaan bermotor, bus angkot, truk kontener dan trailer.(Res/GS).
betapa banyak hasil dari kegiatan di Belawan disedot ke Jakarta Pusat namun sangat ironisnya pembangunan serta perbaikan jalan di Medan Belawan tak kunjung tiba bahkan justru dibiarkan mungkin sampai
menunggu banyak korban berjatuhan.
Begitu gambaran kenyataan yang ada di Belawan, kondisi infrastruktur jalannya masih terbilang kampungan, padahal Belawan merupakan kota Pelabuhan terbesar ketiga di Indonesia yang hingga kini pembangunannya
masih dianak tirikan, hingga kini warga Belawan sangat mengharapkan adanya perbaikan kerusakan badan jalan lintas Medan Belawan di Km 21dan tak menutup kemungkinan bila harapan warga tak dihiraukan, maka warga akan mengadakan aksi demo pemblokiran jalan dilokasi tersebut.
Rencananya kami bersama ratusan warga yang peduli transportasi jalan akan turun ke jalan rusak tersebut untuk mengelar aksi pemblokiran jalan lintas Medan Belawan menuntut segera diperbaikinya kerusakan
jalan,"kata H.Saiful Famar tokoh masyarakat pemerhati Pendidikan dan Pembangunan di Belawan.Senin (16/09/2013).
Caleg DPRD Kota Medan Dapil V bernomor urut 4 dari Partai Nasdem ini pun tak bisa tinggal diam melihat kondisi kupak kapiknya jalan di kampung halamannya tersebut, dalam orasi nantinya, kami warga Belawan
mendesak pihak PU Pemko Medan dan Pemerintah Pusat segera memperbaiki kerusakan badan jalan lintas Belawan yang merupakan jalan vital menuju keluar masuknya ke pelabuhan Belawan kategori jalan Nasional.
Kita juga menyayangkan masih minimnya perhatian Pemerintah pusat terhadap pembangunan di kawasan Medan Utara ini, padahal sumber pendapatan terbesar disedot dari Belawan bagi Pemerintah Pusat sebagai
contoh, disini ada Pelabuhan Indonesia, Pelabuhan Perikanan, BUMN Kawasan Industri Medan (KIM) serta BUMN lainnya, Ujar Saiful.
Warga juga mengancam akan memboikot pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) terkait masih dibiarkannya kerusakan badan jalan KL.Yosudarso Medan Belawan Km 21 hingga menimbulkan kemacetan panjang kenderaan bermotor ditambah lagi adanya proyek pengalian pipa gas PN Gas hingga memakan badan jalan, apalagi akses jalan lintas keluar masuk Pelabuhan Belawan itu setiap harinya dilalui ribuan kenderaan bermotor, bus angkot, truk kontener dan trailer.(Res/GS).
Posting Komentar
Posting Komentar