0
MEDAN | GLOBAL SUMUT-Peran perempuan Indonesia merupakan bagian yang tidak bisa terpisahkan dalam perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan.Oleh karenanya, momentum peringatan Hari Ibu yang setiap tahun digelar guna mengingatkan seluruh rakyat Indonesia khususnya generasi muda akan arti dan makna hari ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan.

Hal ini dikatakan Gubsu HT Erry Nuradi saat peringatan hari ibu yang digelar di lapangan apel Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Kamis (29/12/2016).

Hadir dalam acara Ketua PMI Sumut Rahmat Shah, Sekdaprovsu H. Hasban Ritonga, Ketua BKOW Sumut Kemalawati, Ketua Dharma Wanita Samsiah Hasban Ritonga, Ketua Bayangkari Sumut, Ketua YPAI Ros Rahmadsyah, dan beberapa para bupati/wali kota se Sumut.
Gubsu Erry menyebutkan, peringatan Hari Ibu juga diharapkan untuk mendorong semua pemangku untuk memberikan perhatian, pengakuan terhadap eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembanguan.

“Peringatan ini juga diharapkan dapat memberikan pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan,” ujar Erry.

Dikatakan Gubsu, saat ini terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, mampu menjadi motor perubahan agent of change. Perempuan Indonesia sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki.

Prinsip kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang mulai dari lingkup keluarga, masyarakat dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Perempuan dan laki-laki keduanya adalah partnership sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional,” tutur Erry.
Tema kesetaraan perempuan dan laki-laki untuk mewujudkan Indonesia yang bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi terhadap perempuan.

Menurutnya, tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia tahun 2016 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagaimana telah tercantum dalam RPJM 2015 – 2019 serta mewujudkan Nawacita sebagai salahsatu agenda nasional.

“Banyak keberhasilan dan kemajuan yang dicapai perempuan Indonesia hingga saat ini. Namun tidak dipungkiri bahwa kondisi perempuan juga anak rentan dari berbagai kekerasan, eksploitasi dan perlakuan diskriminatif,” cetus Erry.

Tema ini juga, lanjutnya, memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang pentingnya berbagai upaya untuk melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan dengan melibatkan semua komponen masyarakat.

“Pelibatan laki-laki sudah dideklarasikan dalam kampanye global ” he for she” juga bagian yang diutamakan dalam mewujudkan kesetaraan gender,” sebut Erry.

Pada kesempatan itu, Gubsu Erry juga menyerahkan penghargaan Anugrah Parahita Eka Praya kepada enam kepala daerah yang berkomitmen dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Selain itu, Gubsu juga menyerahkan bantuan hibah kenderaan operasional dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI berupa 11 unit mobil dan 22 unit motor perlindungan perempuan dan anak untuk Provinsi Sumut dan 10 kab/kota.

Hibah tersebut diserahkan atas komitmen yang tinggi dalam melakukan kebijakan operasional perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan dalam wahana pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak.

Adapun daerah yang menerima bantuan kenderaan operasional yakni Ka. biro PP Provsu, Kota Medan, Langkat, Deliserdang, Sergai, Karo, Asahan, kota Tanjung Balai, Labuhan Batu, Kota Padangsidempuan, dan kabupaten Samosir.

Sedangkan Kepala daerah yang menerima Anugrah Parahita Eka Praya, yakni Bupati Labuhan Batu, Serdang Bedagai, Deli serdang, Tapsel, Madina dan Pakpak Barat. Selain penyerahan penghargaan dan kenderaan operasional juga Pemprovsu juga menyerahkan paket sembako kepada warga kurang mampu. (rs/red/gbs)

Posting Komentar

Top