0
MEDAN | GLOBAL SUMUT - Pada Perdagangan IHSG, Rupiah masih tertekan. Nilai tukar Rupiah masih tertekan terhadap US Dollar yang menguat. Rupiah yang sebelumnya ditutup 13.357 per US Dollar sempat dibuka menguat menjadi 13.351 per US Dollar dihari jumat (3/3). Terpantau sampai jumat sore Rupiah bergerak melemah dikisaran 13.370 per US Dollar. Rupiah juga dipatok melemah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di hari jumat jika dibandingkan sehari sebelumnya 13.361 menjadi 13.375 per US Dollar.

Pengamat ekonomi UIN Sumut Gunawan benjamin  mengatakan, masih tertekannya Rupiah akibat menguatnya US Dollar yang didukung dengan data ekonomi yang baik. Data ekonomi AS yang baik yang membuat US Dollar menguat diantaranya turunnya jumlah klaim pengangguran awal AS. Klaim pengangguran awal AS yang diperkiraka naik dari sebelumnya Rp242.000 menjadi Rp243.000 ternyata dirilis turun menjadi 223.000, hal ini tentunya baik buat US Dollar untuk melanjutkan penguatanya yang artinya Rupiah masih melemah.

“Masih tertekannya Rupiah akibat menguatnya US Dollar yang didukung dengan data ekonomi yang baik,”

Gunawan menambahkan, ketua The Fed Jannet Yellen akan berpidato. Kemungkinan Jannet Yellen akan menyinggung akan memberikan sinyal untuk menaikkan tingkat suku bunga AS secara bertahap jika data ekonomi AS dirilis terus membaik yang didukung adanya optimisme terhadap pidato Trump yang dinilai akan membuat kepercayaan ekonomis AS yang baik.

Indeks manajer pembelian non manufaktur AS juga akan dirilis. Indeks manajer pembelian non manufaktur diperkirakan akan tetap sama dengan sebelumnya 56,5.

Pelemahan tidak hanya terjadi pada Rupiah namun juga IHSG yang juga ikut melemah. IHSG yang sebelumnya berhasil menguat kembali melemah di akhir pekan. IHSG yang sebelumnya ditutup 5408,25 dibuka menguat 5402,58 dihari jumat (3/3). IHSG sempat naik mencapai 5410.90 namun IHSG akhirnya ditutup melemah 17 poin menjadi 5391,21 atau melemah 0,315 persen. Sebanyak 120 saham mengalami kenaikan, 177 saham mengalami penurunan, dan 128 saham tidak mengalami perubahan harga sama sekali dengan total transaksi mencapai Rp. 7,196 T. Pelemahan yang terjadi pada IHSG imbas dari indeks regional yang kompak memerah. IHSG juga melemah karena adanya aksi profit taking karena sebelumnya IHSG naik tajam.

“Pelemahan tidak hanya terjadi pada Rupiah namun juga IHSG yang juga ikut melemah. IHSG yang sebelumnya berhasil menguat kembali melemah di akhir pekan. IHSG yang sebelumnya ditutup 5408,25 dibuka menguat 5402,58,” katanya [Riana Rambe]

Post a Comment

Top