0
MEDAN | GLOBALSUMUT-Warga Komplek Perumahan Bumi Asri, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia mendatangi Komisi D DPRD Sumut, Selasa (11/12/2018). Warga tersebut meminta anggota legislatif, Pemko Medan maupun Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera untuk mencarikan solusi terbaik atasi banjir.

Para warga menyampaikan keluhannya karena sudah 10 tahun komplek perumahan tempat tinggal mereka terus dilanda banjir mencapai 1 meter lebih jika musim hujan tiba.

Hal itu diungkapkan perwakilan warga Perumahan Bumi Asri Muhammad Za’im Madjid beserta kawan-kawannya dalam pertemuan dengan Komisi D DPRD Sumut yang dipimpin Baskami Ginting.

Hadir disana anggota Komisi D Hidayat, Syamsul Quodri Marpaung, Leonard Samosir, Jafaruddin Harahap, Irwan Yusuf, Burhanuddin dan pihak BWSS (Balai Wilayah Sungai Sumatera) dan utusan dari Pemko Medan.

Menurut Madjid, banjir yang melanda perumahan Bumi Asri disebabkan meluapnya air Sungai Bedera yang berdekatan dengan komplek perumahan tersebut. Sebab sungai tersebut sudah puluhan tahun tidak dikeruk sehingga terjadi pendangkalan. Dan ketika musim hujan tiba airnya melimpah ke rumah warga.
          
“Satu atau dua jam saja hujan, Bumi Asri dipastikan tergenang banjir mencapai 1 meter lebih. Sebab Sungai Bedera yang ada di sekitar komplek tidak bisa lagi menampung debit air akibat pendangkalan dan penyempitan serta adanya bangunan liar di atas sungai,” ujar mereka.
           
Warga meminta anggota legislatif, Pemko Medan maupun BWSS untuk mencarikan solusi terbaik agar masalah banjir di komplek perumahan mereka bisa segera diatasi guna menghilangkan keresahan masyarakat setiap musim hujan tiba.

Menanggapi keluhan warga, pihak BWSS Bachtiar mengatakan pihaknya sudah melaksanakan pelebaran Sungai Badera tapi tidak keseluruhan mengigat keterbatasan anggaran termasuk biaya ganti rugi atau pembebasan tanah yang menjadi urusan Pemko Medan.

“Selain keterbatasan anggaran, kami juga sulit memindahkan bangunan-bangunan liar yang sudah berdiri di atas sungai. Sebab sungai tersebut dianggap pihak lain sudah menjadi drainse/parit kecil,” ujarnya sembari menambahkan dana pemeliharan Sungai Badera sudah dianggarkan di APBN 2019 sebesar Rp900 juta.
          
Anggota Komisi D Leonard Samosir menegaskan permasalahan Sungai Badera dan seluruh sungai yang ada di Kota Medan sudah sangat kompleks dan tidak ada lagi gunanya saling menyalahkan karena terjadinya banjir ini juga menyangkut situasi alam.
          
“BWSS ini hendaknya jangan menciptakan anggaran untuk menambah 'uang jajan' saja sehingga hanya mengalokasikan anggaran pemeliharaan sebesar Rp900 juta lebih. Itu artinya tidak ada solusi untuk mengatasi banjir di komplek perumahan tersebut,” ujar Leonard.
          
Seharusnya, tandas Leonard yang juga politisi Partai Golkar ini, Sungai Badera harus segera dikeruk dan diperleber. Jika ada bangunan liar berdiri di atas sungai harus segera dibersihkan.

“Babat semua rumah-rumah liar yang sudah berdiri di atas sungai maupun di jalur hijau. Hanya itu solusi untuk mencegah banjir di kompleks tersebut,” ujarnya.  
          
Pertemuan antara warga dengan Komisi D ini disepakati akan mengundang Bupati Deliserdang, Wali Kota Medan, Poldasu, Pangdam I/BB, pihak BWSS untuk duduk bersama guna membahas masalah banjir yang melanda kompleks perumahan warga tersebut. 
[Mashuri Lubis]

Post a Comment

Top