0


SIDOARJO | GLOBAL SUMUT-Untuk pengendalian penyebaran serta mensterilisasi kawasan rumah ibadah dari Virus Corona atau COVID-19, Yayasan LaNyalla Academia rutin melakukan disinfeksi berupa fogging (pengasapan) disinfektan.

Koordinator LaNyalla Academia Peduli Covid-19, Yunaini Ali Rochayati mengatakan bahwa, disinfeksi ini rutin dilakukan untuk mensterilisasi kawasan rumah ibadah seperti masjid, gereja, wihara, dan pura. Tujuannya untuk mencegah rumah ibadah menjadi klaster penyebaran COVID-19.

“Ini merupakan kegiatan rutin baksos kami (LaNyalla Academia,red) dalam memerangi covid-19. Hari ini fokus di rumah ibadah, setelah sebelumnya kami lakukan di lingkungan pendidikan (ponpes), dan fasilitas publik lainnya," ungkap Yunaini, Minggu, (4/10/2020).

Selain disinfeksi berupa layanan fogging, LaNyalla Academia juga membagikan masker gratis kepada jamaah dan baju koko (khusus pengurus masjid), serta hand sanitizer. Sasaran dari baksos peduli Covid-19 ini untuk wilayah yang berada di zona merah dan orange.

"Karena demi kemaslahatan semua umat dan semua jamaah, kami fokus di rumah ibadah yang berada di zona merah dan orange," katanya.

Menurut Yunaini, dari update zona merah di Jawa Timur, ada empat daerah yang berisiko tinggi penularan Covid-19 yaitu Kota Mojokerto, Kota Probolinggo, Lumajang dan Kabupaten Banyuwangi.

Sedangkan untuk zona orange di Jatim terdapat 24 daerah yakni Kota Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kab. Mojokerto, Kota Kediri, Kota Batu, Kab. Probolinggo, Kota Malang, Sumenep, Bangkalan, Bondowoso, Kota Blitar, Tuban, Kab. Pasuruan, Jember, Ngawi, Situbondo, Magetan, Nganjuk, Ponorogo, Kab Blitar, Kota Pasuruan, Jombang, dan Lamongan.

"Zona orange ini artinya daerah dengan risiko sedang penularan Covid-19. Kami terus monitoring daerah-daerah yang dinilai penting untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dari berbagai klaster yang muncul seperti dari perkantoran, pasar, rumah ibadah, atau fasilitas publik lainnya," terangnya.

Untuk itu, lanjut kata Yunaini, LaNyalla Academia akan terus optimis berperan dalam memastikan bahwa kondisi kota atau kabupaten di wilayah Jatim bersih dan bebas dari Covid-19.

"Program peduli covid-19 ini sesuai instruksi dari Bapak LaNyalla Mahmud Mattalitti selaku founder dari LaNyalla Academia. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengambil langkah prioritas yang bisa dilakukan untuk melawan covid-19. Karena penanganan covid-19 ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kita bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Taufiq selaku Ketua Takmir Masjid Nasrullah NU, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, merespons positif program peduli Covid-19 dari Yayasan LaNyalla Academia ini.

Menurut Taufiq, baksos disinfeksi dari LaNyalla Academia ini sangat bermanfaat. Sebab, langkah ini penting dilakukan untuk mencegah semakin luasnya penyebaran virus corona yang bisa menyebabkan kematian.

"Saya selaku pengurus masjid Nasrullah mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak LaNyalla Mattalitti atas program fogging disinfektan untuk pencegahan covid-19 diseluruh tempat ibadah. Mudah-mudahan sukses selalu buat Pak LaNyalla," ujar Taufiq.

Senada dengan Taufiq, Syufaatur Rozaq (Gus Faat) selaku Takmir Masjid Khoirul Huda, Dusun Payan, Desa Pabean, Sedati, juga mengapresiasi program dari LaNyalla Academia ini.

Menurut Gus Faat, dengan program disinfeksi, bagi masker, hand sanitizer, serta baju koko dari LaNyalla Academia ini, dia berharap bisa menjadikan masjid sebagai tempat ibadah yang nyaman, sehingga membuat jamaah di dalamnya merasa khusyuk saat beribadah.

"Sukses terus buat LaNyalla Academia dan jangan berhenti berbuat kebaikan. Untuk Pak LaNyalla Mattalitti saya doakan sehat selalu dalam lindungan ALLAH SWT. Mudah-mudahan apa yang dilakukan Bapak ini membawa berkah," kata Gus Faat.

Sebagai informasi, Yayasan LaNyalla Academia adalah organisasi non-profit yang didirikan LaNyalla Mahmud Mattalitti yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), dengan motto “Bersama Untuk Kebaikan”.

Yayasan yang telah berdiri sejak 20 tahun silam itu, selalu mengambil peran dan aksi sosial kemasyarakatan dan keagamaan. LaNyalla Academia juga tercatat hadir di beberapa aksi tanggap darurat bencana alam, baik longsor maupun banjir di sejumlah wilayah di Jawa Timur.[rs]

Posting Komentar

Top