0
MEDAN LABUHAN | GLOBAL SUMUT - Duwi Celsia Simbolon (7) salah satu siswa Yayasan Darusalam jum’at (18/10/2013)  lalu di culik orang tak dikenal dari sekolah sekitar pikul 10.00 wib hal itu dikatakan  Roki Simbolon (24) orang tua korban kepada wartawan kamis (7/10).
Pengakuan Roki (24) kepada wartawan anak satu - satunya ini setiap hari di antar jemput kesekolah oleh neneknya Nurhayati br Sitompul (40) yang sejak kecil mengasuhnya, kalau terlambat dijemput pihak sekolah mengantar kerumah, tetapi pada hari itu kenapa pihak sekolah mengijinkan orang lain menjemput anak saya, pada hal masih jam belajar sekitar pukul 10.00 wib, kesalnya.
Hal yang sama juga di sampaikan Nurhayati, sebelumnya kita juga sudah pernah pesan kepada pihak sekolah kalau cucu saya ini tidak boleh di jemput orang lain selain saya, pihak sekolah pun tau tempat tinggal serta nomor hand phon kami kenapa pulu pihak sekolah mengijinkan cucu saya di jemput orang lain, Di mana tanggung jawab sekolah itu, keluh Nurhayati.
Hilangnya seorang siswa diwaktu jam belajar mendapat sorotan dari K.Sijabat Sekjen DPP LSM BERANI (Bersatu Anak Negeri Indonesia), Menurutnya apa pun alasannya pihak sekolah harus bertanggung jawab karena hilangnya Duwi Celsia Simbolon (7) itu waktu jam belajar, Jadi itu mutlak tanggung jawab sekolah, Pihak sekolah menurutnya lalai serta teledor dengan memberikan ijin kepada orang yang tidak dikenal membawa siswanya. LSM BERANI Minta kepada Pihak Kepolisian Segera Lidik kasus ini karena bukan tidak mungkin ada modus-modus baru yang dilakukan oleh sindikat penculikan anak dibawah umur.
Masyarakat juga diminta mewaspadai kasus penculikan anak-anak dengan modus operandi berpura-pura ingin membantu anak yatim dengan meminta bantuan kepada dermawan.“Penculikan gaya baru tersebut harus dihindari dan jangan sampai mau terpedaya dengan bujuk rayu orang yang tidak kita kenal,” kata Sijabat.
Praktik penculikan dengan cara mengibuli warga,guru. saat ini banyak terjadi di kota medan dan beberapa daerah lainnya. Oleh karena itu, orang tua jangan mudah percaya, jika ada orang yang mengaku bisa membantu meringankan perekonomian dengan cara membawa anak-anak meminta bantuan.”Ini hanya sebagai tipu muslihat, agar pelaku bisa membawa anak-anak dan selanjutnya dijual kepada orang lain,”ujarnya

Kepala Sekolah Yayasan Pedidikan Darusalam (Yaspendar) H.Budiman.SE.MM di dampingi Wakilnya Nuzulul Fajri Nasution saat di kompirmasi di ruang kerjanya kamis (7/11) membenarkan kejadian tersebut, Akan tetapi bukan di culik melainkan orang tuanya ibu lah yang menjemput di sekolah."ya benar memang ada siswa kami yang di jemput disekolah sewaktu jam belajar, ibunya datang menjenput anaknya dengan alasan neneknya lagi sakit, jadi guru kelasnya mengijinkan ibu tersebut membawa anaknya pulang."kami tidak tau persoalan mereka apa kah mereka sudah bercerai atau masih bersatu itu masalah merekalah ,ungkap Budiman.

Ketika ditanya apakah Duwi Celsia benar-benar di bawa ibunya, kepsek meyakinkan wartawan langsung menghubungi Sri Ramadani dan komunikasi terjalin akrab. Pengakuan Sri lewat hp saat ini berada di Percutseituan,kepsek juga sempat berbicara dengan DuwiCelsia yang masih ingin bersekolah di Yayasan Pedidikan Darusalam (Yaspendar) Jalan pancing Kel.Besar Medan Labuhan, keinginan Duwi untuk kembali masuk sekolah langsung direspon kepsek dengan mengatakan kawan-kawan serta guru juga sudah rindu sama Duwi. mendengar pembicaraan kepsek dengan duwi melaui hp yang di speker tersebut direncanakan duwi datang bersama ibunya hari sabtu (9/11) esok. keinginan duwi dan ibunya datang kesekolah yang sudah tiga minggu di tinggalkannya itu diharapkan dapat membuat ayahnya Roki Simbolon (24) dan neneknya Nurhayati br Sitompul (40) serta keluarga menjadi tenang dan guru -guru di Yaspendar juga tidak menjadi was-was.
Sementara Nuzulul Fajri Nasution Wakil Kepsek juga menambahkan  pihak sekolah sebelumnya sudah berupaya menjumpakan antara kedua orangtua Duwi Celsia."kami selalu berkomunikasi dengan Sri Ramadani (24) ibu Duwi Celsia, kemaren kami juga datangi keluarganya di brayan, namun kata keluarganya Sri sudah berangkat ke aceh.terangnya.(abu/mdn)

Posting Komentar

Top