0
MEDAN | GLOBAL SUMUT - Malang benar nasib M Yunus Ramadhan. Bocah berusia 8 tahun ini terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah akibat ketidakmampuan orang tua membiayai dan penyakit yang diidapnya.

Sejak berusia 2 tahun, leher bocah kurus ini luka  dan tak kunjung sembuh. Dari lukanya itu terus keluar cairan seperti nanah. Kemiskinan menyebabkan penyakit yang diidapnya itu tak kunjung mendapat penanganan medis.

Penghasilan  ibunya sebagai single parent setelah ayahanda tercinta dipangil menghadap Sang Khalik dari mengumpulkan barang-barang bekas, hanya bisa untuk biaya makan. Itu pun tekadang tidak cukup, sehingga nasi sisa pun harus mereka makan agar bisa bertahan hidup.

Yang lebih menyedihkan lagi, Yunus tidak hanya menahan rasa sakit yang terus menggerogoti lehernya. Dia pun harus menahan kepedihan hati yang mendalam akibat penyakit di lehernya itu justru dijadikan bahan ejek-ejekan teman-teman sebayanya. Yunus tidak mampu berbuat apa-apa, anak bontot dari dua bersaudara hanya bisa menangis.

Sang ibu hanya mampu mengelus dada melihat penderitaan yang dialami buah hatinya itu. Dia tak putus-putusnya membesarkan hati sang anak agar tabah menghadapi itu semua. Diyakininya sang anak bahwa Tuhan pasti memberikan jalan keluar.

Alhamdulillah, Sabtu (12/4), Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  langsung turun begitu mendengar kisah sedih Yunus. Didampingi sejumlah pimpinan SKPD terkait, mantan Sekda Kota Medan ini mendatangi kediaman Yunus di Jalan Melati, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia. Selain iba dengan penyakit yang diderita Yunus, Eldin pun terenyun melihat kondisi rumah yang selama ini dijadikan tempat tinggal Yunus beserta ibu dan seorang abangnya.

Kondisi rumahnya sangat memperihatinkan, Selain rumah kopel berukuran lebih kurang 3 x 4 meter yang dindingnya terbuat dari tepas dan mulai miring ke depan. Sudah itu rumah ini tanpa sekat, ruang tamu, kamar tidur dan dapur menjadi satu. Di samping rumah, tampak dibuat sekat dari goni plastik yang digunakan untuk tempat penyimpanan barang-barang bekas  yang berhasil dikumpul untuk selanjutnya dijual. Meski rumah itu sudah tidak layak huni, ibu Yunus harus membayar uang sewanya sebesar Rp.200 ribu sebulan.

Eldin langsung merangkul tubuh kurus Yunus. Bersamaan itu seorang petugas medis yang turut mendampingi Plt Wali Kota langsung membersihkan luka di leher Yunus yang selalu ditutupi dengan kapas. Yunus pun meringis menahan sakit, dahinya dibasahai keringat. Eldin selanjutnya menawarkan kepada Darnius Sridawati (37), ibunda Yunus agar anaknya itu segera dirawat di rumah sakit guna mendapatkan perawatan intensifying sepenuhnya ditanggung pemerintah.

“Dia harus segera dirawat di rumah sakit untuk menyembuhkan penyakitnya. Saya mau sekarang juga Yunus dibawa ke rumah sakit. Ibu tidak perlu khawatir, biayanya ditanggung pemerintah. Untuk itu ibu sekarang berkemas, biar kita sama-sama ke rumah sakit. Insya Allah penyakit Yunus dapat disembuhkan,” kata Eldin kepada Darnius.

Kemudian Eldin menginstruksikan kepada Kadis Kesehatan Kota Medan drg Usma Polita yang ikut menjenguk Yunus agar segera membawa bocah malang itu ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan. Usma selanjutnya menunjuk RS Mitra Sejati Jalan AH Nasutin, sebab salah satu provider BPJS dan Medan Sehat. Setelah Darnius selesai berkemas, dia bersama anaknya selanjutnya dibawa Polita ke RS Mitra Sejati untuk mendapatkan perawatan medis. Sedangkan rumah yang ditinggalkan Darnius, diperintahkan Eldin untuk dijaga dan diawasi kepala lingkungan setempat.

Menurut Eldin, apa yang dilakukan ini sebagai bentuk komitmen Pemko Medan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang kurang mampu. Begitu mendapat kabar ada warga kurang mampu yang membutuhkan perawatan medis namun tidak memiliki biaya, pasti langsung dibantu.

“Setiap dapat informasi, kita langsung kejar. Saya pun sudah mengistruksikan kepada instansi terkait jika mendapat informasi, segera ditangani dan ditindaklanjuti. Artinya, kita sekarang coba menyelesaikan permasalahan yang ada satu persatu sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya langsung. Jadi semua informasi yang diterima langsung kita kejar. Informasi ini selanjutnya akan saya informasikan kepada seluruh staf terkait untuk ditindaklanjuti dimanapun di wilayah Kota Medan,” jelasnya.

Eldin selanjutnya menerangkan, terkait penyakit Yunus, pihaknya melalui instansi terkait akan menanganinya dengan memberikan perawatan dan pengobatan secara medis sampai sembuh. “Jika ditangani secara intensif, Insya Allah penyakit Yunus dapat disembuhkan,” ungkapnya optimis.(Red)

Posting Komentar

Top