0
MEDAN | GLOBAL SUMUT-Ratusan masyarakat se-kota Medan kecewa, lagi-lagi blangko E-KTP habis, usut punya usut ternyata petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukpil)  Medan utamakan calo. Rabu (5/10/2016).

“Habisnya blangko KTP Elektronik di Disdukpil Medan tidak terlepas dari kepentingan calo yang bekerjasama dengan oknum petugas, buktinya saya sendiri diminta calo Rp. 100 ribu 3 jam KTP anak saya selesai”.
           
Demikian dikatakan Syahril (48) warga Kelurahan Kota Bangun Kecamatan Medan Deli di halaman gedung Disdukpil Medan. Rabu (5/10/2016).
           
Pernyataan Syahril itu diaminkan puluhan warga lainnya. “Pihak Kelurahan dan Kecamatan bilang blangko E-KTP sudah ada di Disdukpil Medan, tapi nyatanya petugas di sini (Disdukpil-red) bilang tidak ada, anehnya kalau melalui calo KTP bisa selesai dalam 1 jam tapi harus bayar Rp. 200 ribu, mana ada uang aku”. Kata warga kesal.
           
Informasi yang berkembang di lingkungan kantor Disdukpil Medan, setiap harinya sejak pukul 08 pagi puluhan calo bergentayangan di lingkungan Disdukpil Medan. Calo tersebut tawarkan jasa kepada warga yang ingin urus KTP. Tiap KTP dibandrol Rp. 100 hingga Rp. 200 ribu/KTP. Blangko E-KTP pun jadi ajang bisnis di lingkungan Disdukpil Medan, tak heran blangko cepat habis bagaikan ditelan bumi.
           
Jaringan calo E-KTP di Disdukpil Medan itu sepertinya terorganisir dan melibatkan sejumlah pegawai serta orang-orang penting di Disdukpil Medan. Dalam sehari tiap calo berhasil keluarkan 20 - 30 KTP Elektronik dengan penghasilan Rp. 6 juta tiap calo.
          
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kota Medan OK. Zulfi ketika hendak dikonfirmasi tidak ada di kantornya. Melalui pesan singkat SMS, OK Zulfi tidak menjawab. (man/bu).

Post a Comment

Top