0
TAPANULI UTARA | GLOBAL SUMUT-Tiada petir dan tiada Jin yang merasuki, salah seorang warga Johannes Tambunan, 30 thn, warga desa Parsaoran Nainggolan Kecamatan Pahae Jae Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Provinsi Sumatera Utara yang mengalami penyakit gangguan jiwa itu tiba-tiba mengamuk. Sehingga membacok adek kandung nya sendiri atas nama Bosmer Tambunan, (19), Jumat (24/2/2017). di Desa Parsaoran Nainggolan Kecamatan Pahae Jae Taput sekira pukul 12.35 Wib.

Bosmer yang kena sabetan golok abang kandungnya tersebut pun terkapar dan mengalami luka di bagian belakang. Melihat situasi sudah semakin tidak terkendali dan warga sudah ketakutan, seorang tetangga Bosmer melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pahae jae. Mendengar laporan dari tetangga korban, petugas yang dipimpin Kapolsek Pahae Jae AK K SImanjuntak langsung berangkat menuju ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP) untuk bisa mengendalikan situasi agar tidak bertambah korban jiwa.

Setibanya AKP K Simanjuntak dan anggota di tempat kejadian, Dia mencoba menenangkan pelaku dengan himbauan (apa ngerti orang gila dengan himbauan???). Namun, orang gila yang mengamuk tersebut tidak memperdulikan petugas yang membujuk agar meletakan golok yang dipegangnya. Bukannya menurut, JOhanes Tambunan malah semakin keasyikan dengan emosi gilanya. Johanes (orang gila) yang sudah kegirangan dengan emosi, mulai mengejar warga sekitar.

Dengan berbekal kayu untuk menangkap Johanes dengan kegilaannya, Kapolsek dan anggota nya yang dibantu warga berusaha menangkap. Pada saat pelaku mau di tangkap, pelaku langsung mengejar Kapolsek dan anggota serta warga yang turut membantu dan membacokkan goloknya ke arah Kapolsek dan warga. Dikarenakan ada warga disekitar lokasi, Kapolsek berusaha menangkis dengan kayu yang di pegangnya. Namun pelaku tetap menebaskan goloknya mengarah Kapolsek.

Sedangkan personel Polsek Pahae Julu berusaha menangkap sabetan (emangnya arena debus) dan melepaskan tembakan peringatan keatas. Bukan semakin takut orang gila tersebut mendengar suara tembakan, aksinya pun semakin menggila. Tangan Kapolsek Pahae Julu AK K Simanjuntak kena sabetan golok. Melihat situasi Kapolsek terdesak, Melihat situasi semakin rumit, petugas pun dengan terpaksa menembak Johanes hingga terkapar ke tanah dan akhirnya meninggal dunia. Karena sudah diperingati sebelumnya dengan tembakan keatas (emang ngerti orang gilanya), dan permintaan warga, Johanes sudah menjadi ancaman disekitar lingkungan tetangga rumahnya.

Johanes Tambunan sudah dikenal dilingkungan rumahnya cukup meresahkan semenjak mengalami gangguan jiwa. Sedangkan pihak keluarganya (Johanes) pun sudah cukup menjaganya dengan baik. Namun, dengan aksi yang tidak disangka-sangka, Johanes harus dihadiahkan timah panas hingga nyawa pun hilang.

Sementara, kedua korban pembacokan Johanes, dibawa ke rumah sakit Tarutung untuk mendapatkan perawatan intensif. Sedangkan untuk almarhum Johanes Tambunan, akan dibawa ke Rumah Sakit di kota Siantar guna di autopsi.[rs/red/htpu]

Sumber Humas Polres Tapanuli Utara
Ket Foto : Kapolsek Pahae Julu AK K SImanjuntak (Kaos Hijau) dan Bormes Tambunan yang sedang dirawat di RSUD Tarutung

Post a Comment

Top