0
MEDAN | GLOBAL SUMUT-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), H Tengku Erry Nuradi berharap, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla segera beroperasi untuk mengurangi defisit listrik di Sumatera Utara.

‘’Pembangkit listrik panas bumi ini sangat membantu pasokan listrik untuk masyarakat di Sumatera Utara,’’ sebut Gubsu Tengku Erry saat menerima manajemen PT Sarulla Operation Ltd, CEO Aburayan, Coperate ADU Iskandar Sitompul, Erita dan Arga S di ruang kerja Gubsu Lantai 10 Jalan Diponegoro Medan, Senin (6/3/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Gubsu didampingi Staf Ahli Binsar Situmorang, Kadis Lingkungan Hidup Wan Hidayati, Kadis ESDM Eddy Salim, Plt Kabiro Bina Perekonomian Ernita Bangun, Kepala Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Bondaharo.

Selain menerima masukan terkait progress pembangunan PLTP Sarulla, Gubsu juga meminta informasi terkait suara ledakan yang terjadi di PLTP Sarulla beberapa waktu lalu hingga menimbulkan reaksi dari masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut Gubsu berharap agar pihak Sarulla dapat mensosialisasikan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menghindari terjadinya konflik horizontal.

“Keberadaan pembangkit listrik ini tentunya sangat membantu Sumut yang saat ini masih defisit listrik. Begitupun saya berharap keberadaan pembangkit ini benar-benar bisa dirasakan bermanfaat bagi masyarakat Sumut dan juga masyarakat sekitar Tapanuli Utara,” harap Gubsu.

Sebelumnya, Sitompul menyampaikan, Proyek PLTP yang terletak di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara akan dikembangkan oleh konsorsium Sarulla Operations Ltd (SOL). Konsorsium ini terdiri dari PT Medco Power Indonesia (MPI), perusahaan milik bersama PT Medco Energi Internasional Tbk dan PT Saratoga Power bersama Itochu Corporation, Kyushu Electric Power Co dari Jepang dan Ormat International Inc.

“Saat SIL telah selesai pada November 2016. Sedangkan untuk NIL 1 direncanakan selesai pada November 2017 dan NIL 2 pada May 2018 dengan 3×110 Mega watt,” ujar Iskandar Sitompul.

Dalam kesempatan tersebut, Iskandar menyampaikan, PT Sarulla Operation Ltd sangat mengedepankan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja “Safety First”. Selain itu, sebelum pembangkit beroperasi pihak PT SOL telah melaksanakan program CSR.

“Dari sisi lingkungan hidup kita terus memantau termasuk saat hujan besar karena bisa saja masuk ke sawah masyarakat. Kita tetap beri bantuan kepada masyarakat. SOL belum operasi kita sudah melaksanakan CSR membantu lansia, pipanisasi, dan juga memberi pendidikan kursus bahasa Inggris kepada masyarakat,” terang Iskandar. [rs/gbs/mdn]

Post a Comment

Top