0
MEDAN | GLOBAL SUMUT-Ops SImpatik Toba 2017 yang terhitung selama 21 hari dan dimulai pada tanggal 1 Maret 2017 beberapa hari lalu, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengerahkan personil sejumlah 1.481 orang yang terdiri dari satuan tugas wilayah sebanyak 1.391 personil, dan 90 personil dari satuan Polda Sumut.

Dalam melaksanakan Operasi Simpatik Toba 2017 pada hari ke-4, Polda Sumut paparkan hasil melalui siaran persnya. Sejumlah pelanggaran, kegiatan sampai ke rincian kecelakaan yang dialami. Terkait dengan pelanggaran Lalu Lintas (Lantas) pada Operasi Simpatik tersebut, pada hari ke-4, sebanyak 1.827 set surat tilang berupa tilang teguran telah dikeluarkan.  Jenis kendaraan yang melakukan pelanggaran pada hari ke-4 Operasi Simpatik Toba 2017 terdata, yakni sepeda motor sebanyak 1.523 unit, Mobil penumpang sebanyak 182 unit, Mobil barang sebanyak 87 unit dan mobil bus sebanyak 35 unit.

"Para pelanggar yang kita data hari ke-4 ini, kebanyakan dari kalangan karyawan/swasta, yakni 849 orang, menyusul pelajar/mahasiswa sebanyak 490 orang, pengemudi sebanyak 203 orang, 95 orang dan pekerjaan lainnya 160 orang. Bahkan kita menilang anggota atau personil sendiri sebanyak 30 orang. Untuk di TNI sama sekali tidak ada."terang Kasubdit Penmas (Penerangan Masyarakat) Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, dalam siaran Persnya, kemarin (5/3/2017).

Lanjut MP Nainggolan, menerangkan data untuk kecelakaan lalul lintas (LAKA LANTAS) terkait operasi Simpatik Toba 2017 yang sedang digelar ini,jumlah Laka Lantas yang menonjol tidak ada. "Untuk data Laka Lantas, yang menonjol tidak ada.  Namun rincian yang kita peroleh 2017 ini seperti laoran yang kita terima yakni Korban yang meninggal dunia (MD) sebanyak 6 orang, korban luka berat 2 orang, korban luka ringan 10 orang. Kerugian materill sekitar R.20.700.000,-"ujar MP Nainggolan.
Selain itu, dalam siaran Pers Persnya, kegiatan untuk sosilisasi kemasyarakat mengenai hal tentang pengetahuan peraturan lalu lintas, Polda Sumut melakukan upaya penuluhan/penerangan ditahun 2017 ini sebanyak 161 kali. Lalu, melakukan penyebaran ataupun pemasangan spanduk dan lain-lain sepanjang masuknya tahun 2017 ini sudah 135 kali. Kemudian program-program lalu lintas seperti Program Keamanan 42 kali dilaksanakan dan Program keselamatan 60 kali pelaksanaan. Terkait kegiatan pengaturan lalu lintas, di tahun 2017 ini, telah dilaksanakan sebanyak 526 kali, Wal Lantas 13 kali, penjagaan Lantas 186 kali hingga patroli dilakukan 190 kali.
Dalam pelaksanaan Operasi Simpatik Toba 2017 ini, Polda Sumut tetap akan mengedepankan tindakan premtif dan preventiv. Namun, disertai dengan prioritas penegakan hukum untuk wujudkan tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan Lalu Lintas. "Tujuan adanya Operasi Simpatik Toba ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Seberapa besar kepatuhan masyarakat dalam berkendaraan dengan menaati pperaturan dan undang-undang Lalu Lintas. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, meminimalisir kecelakaan dan kemacetan hingga terciptanya Kamseltibcar. "Jelas MP Nainggolan seperti yang dilangsir andalas.com
Berikut data tingkat usia pengendara yang melakukan pelanggaran di hari ke- 4 Ops Simpatik Toba 2017  :
a. Usia . 0 - 15    = 13 orang
b. Usia 16 - 20 = 358 org
c. Usia 21 - 25 = 431 org
d. Usia 26 - 30 = 319 org
c. Usia 31 - 35 = 219 org
d. Usia 36 - 40 = 140 org
e. Usia 41 - 45 =   94 org
f.  Usia 46 - 50 =   79 org
g. Usia 51 - 55 =   41 org
H. Usia 56 - 60 =  15 org
I.   Usia > 60.    =    0 org

[Ricky/ac]
teks  foto : Kasubdit Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan

Post a Comment

Top