0
BELAWAN | GLOBAL SUMUT-Disaat puasa ini, kondisi meresahkan yakni banjir pasang laut (Rob) kembali dialami warga di kawasan Belawan.Bahkan genangan banjir tak hanya merendam ribuan rumah warga dan perkantoran melainkan juga sudah merambah ke badan jalan raya setinggi selutut orang dewasa hingga menimbulkan kemacatan laulintas.

Sesuai amatan Sabtu siang (27/05) sejak pukul 14.00 WIB genangan air asin yang membuat kerosin tersebut terus merambah ke badan jalan lintas Sumatera, jalan

Stasiun Belawan, jalan Selebes, jalan kampar belawan, jalan veteran Belawan, bahkan halaman dermaga milik Pelindo Belawan dan otoritas Pelabuhan turut tergenang hingga menyulitkan aktivitas bongkar muat barang maupun laju kenderaan bermotor.

Kantor yang terendam banjir rob di Belawan
Menurut warga, kondisi banjir rob mulai hadir sejak dua hari lalu, banjir rob di bulan puasa ini bak tsunami sangat cepat merendam rumah serta merambah ke badan jalan raya, yang terparah kedalaman banjir rob tampak di jalan sicanang Belawan, jalan serdang Belawan 1, jalan pajak baru, meski jalan sudah ditinggikan dengan cor beton akan tetapi genangan banjir rob tetap saja merambah tinggi akibat belum dibangunnya tanggul rob serta pembuatan pintu klep untuk mengatasi banjir rob.

Abdurahman selaku ketua masyarakat pancasila Indonesia (MPI) Belawan berharap agar Pemerintah segera membuat tanggul rob serta pintu kleb yang sudah diusulkan di setiap Musrembang bahkan telah dijanjikan Walikota Medan HT Dzulmi Eldin namun realisasinya belum juga ada.

"Kami selaku warga Belawan berharap Pemerintah cepat tanggap atas persoalan banjir rob yang kerap dialami warga serta kami menagih janji Pemko Medan untuk membangun tanggul rob serta pembuatan pintu air (klep) tersebut,"cetus tokoh masyarakat Belawan tersebut.

Tokoh masyarakat lainnya bernama Robin manurung juga berharap pada Camat Belawan agar tak hanya duduk dikursi saja melainkan harus juga berpatroli di setiap Kelurahan yang tegenang banjir serta melihat warga korban banjir rob, "sekali sekali keliling jangan di kantor saja Camat Belawan tuch, biar tahu berapa dalamnya pasang air laut.

Warga juga mendesak pihak kepolisian serta instansi terkait untuk menindak tegas para penebang hutan mangrove (bakau) serta penimbun lahan mangrove di kawasan Belawan yang telah menghilangkan daerah resapan air menjadi sejumlah depo kontener maupun bangunan gudang lainnya.Ujar Robin Manurung yang juga tokoh nelayan di era wali kota Baktiar Jafar hingga ia pernah di hadiahi bot Lancangkuning tersebut.[Rhm]

Post a Comment

Top