0
LABUHAN | GLOBAL SUMUT-Kondisi jalan rusak Titipahlawan simpangkantor sudah tak bisa ditolelir lagi, pasalnya jalan lintas menghubungkan Medan Marelan Belawan sepanjang 200 meter sudah seperti kolam lumpur sulit dilalui pengguna jalan serta meresahkan warga sekitar.

Menurut koordinator aksi saharuddin mengatakan, aksi unjuk rasa karena Pemerintah Provsu tidak segera membangun jalan rusak tersebut padahal kondisinya sudah parah.Ini membuktikan kinerja pemprovsu buruk dan warga berhak menuntut Pemerintah karena rakyat sudah diwajibkan membayar Pajak Bumi bangunan (PBB), selayaknya Pemerintah memberikan infrastruktur yang baik tidak rusak seperti jalan ini yang diabaikan perbaikannya.cetusnya.
Seperti diketahui jalan itu merupakan urat nadi transportasi barang dari Belawan ke inti Kota Medan.Salah seorang peserta aksi yang ikut blokir jalan mengatakan tidak ada Kota Medan kalau tidak ada Belawan seyogianya jalan menuju pintu gerbang ekonomi Sumut itu harus mulus, ungkap H.Irfan Hamidi selaku ketua Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) yang didampingi Badlun Alkolidi.

Para elemen masyarakat itu ikut mendesak Pemprovsu segera membangun jalan itu karena sangat vital.Menurut mereka buruknya infrastruktur jalan titi pahlawan itu sangat merugikan, menjadi sumut jadi tak Paten, ujarnya.

Sesuai amatan, para warga tampak menanami pohon pisang di tengah badan jalan rusak.Tak sampai disitu warga juga memasangi spanduk guna memblokir badan jalan hingga sempat membuat beberapa jam jalan tersebut lumpuh serta menimbulkan kemacetan panjang kenderaan kontener maupun bus angkot.[abu]

Post a Comment

Top