0
ACEH TAMIANG | GLOBAL SUMUT-Proyek siluman yang tidak jelas peruntukannya dipertanyakan oleh sejumlah elemen masyarakat Aceh Tamiang. Pasalnya, proyek dikerjakan diperkampungan yang jauh dari pemukiman masyarakat.

Kuat dugaan, proyek Embung sengaja dibangun ditengah hutan perkebunan sawit dan karet sehingga tidak mudah didekteksi pengerjaannya oleh masyarakat dan lokasinya tepat berada di Kampung Jambo Rambo, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang.

Proyek Embung dibangun untuk pengairan persawahan masyarakat, hanya saja proyek sudah selesa dikerjakan terkesan tidak memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat karena tidak berfungsi.

Ketua LP2I Tipikor Aceh Tamiang Mustafa Banurea, SP membenarkan adanya dugaan proyek Embung yang dibangun ditengah hutan Menurutnya, pengerjaan proyek Embung mubazir terkesan hanya menghambur hamburkan uang tanpa ada manfaatnya bagi masyarakat.

Berdasarkan pengamatan Benurea pintu air mengarah pada perkebunan sawit yang tidak jelas kepemilikannya, sehingga kuat dugaan proyek tersebut tidak berfungsi.“Bagaimana bisa berfungsi kemana mau air di aliri sebab ujung pintu air mengarah pada perkebun sawit,” ujar Ketua LP2 Tipikor Aceh Tamiang.

Benurea, berharap agar Bupati Aceh Tamiang dan Dinas terkait dapat memperbaikan  dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga pembanguan proyek di Aceh Tamiang tepat sasaran.

Hal senada juga disampaikan Ketua LSM Kibar Aceh Tamiang Yurnalis, menurutnya masih banyak lagi persolan di Dinas Pertanian yang belum selesaikan secara arif dan bijak sana sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya berharap Kepada Bupati Aceh Tamiang untuk dapat jeli dan kristis kepada jajarannya, sehingga pelaksana proyek dapat berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Ketua LSM Kibar Aceh Tamiang itu dengan lugas.
(arman suharza)

Post a Comment

Top