MEDAN | GLOBAL
SUMUT - Melihat besarnya peluang di Sumatera Utara, Biwater International Ltd
tertarik bekerjasama dengan PDAM Tirtanadi. Perusahaan air minum asal Inggris
ini siap menggelontorkan dana sebesar Rp 3 Triliun untuk mengelola dan
menyediakan bukan sekadar air bersih tapi juga air siap minum untuk masyarakat
Medan sekitarnya.
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mempelajari tawaran kerjasama yang
diajukan perusahaan pengelola air minum Biwater International, LTD tersebut.
Jika kerjasama saling menguntungkan dan sejajar ini terwujud maka pada tahun
2020 warga Medan akan dapat menikmati air siap minum dengan harga terjangkau.
Tindaklanjut kerjasama Biwater dengan PDAM Tirtanadi dibahas dalam pertemuan di Kantor Gubsu, Senin (4/11) yang dihadiri Gubsu Gatot Pujo Nugroho, Direktur Biwater International Ltd Adrian White, mewakili BKPM RI Tamba P Hutapea, Kepala BKPM RI di London JS Meyer Siburian, Direktur Administrasi Keuangan PDAM Tirtanadi Ahmad Thamrin dan Kepala Badan Promosi dan Investasi Purnama Dewi.
PDAM Tirtanadi di pertemuan strategis ini juga menghadirkan Direktur Operasional Mangindang Ritonga, Direktur Perencanaan & Produksi Tamsil Lubis serta Kadiv Public Relation Amrun.
Gubsu dalam kesempatan tersebut mengakui pelayanan penyediaan air bersih di Kota Medan dan sekitarnya masih perlu ditingkatkan, mengingat masih banyaknya keluhan oleh masyarakat. Karenanya dia menyambut baik tawaran kerjasama Biwater untuk bekerjasama dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat dengan konsep kerjasama bussiness to bussiness dengan perusahaan milik Pemorov Sumut.
"Saya akan pelajari draft letter of intent, semoga nantinya terwujud kerjasama B to B yang setara dan saling menguntungkan," kata Gubsu. Gubsu juga meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia ikut mengawal Pemprovsu dan PDAM dengan melakukan supervisi terhadap perwujudan kerjasama tersebut.
Gatot menjelaskan bahwa Sumut punya mimpi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di belahan Barat Indonesia. PDAM Tirtanadi sebagai perusahaan daerah penyedia air bersih memiliki peranan penting dan harus mendukung mimpi Sumut tersebut. Gubsu menilai investasi menjadi salah cara yang paling efektif untuk meningkatkan pelayanan terbaik di bidang air bersih.
Direktur Biwater Adrian White mengungkapkan, pihaknya sudah menganggarkan dana Rp 6 triliyun untuk berinvestasi di Indonesia dimana setengahnya akan difokuskan untuk kerjasama dengan PDAM Tirtanadi. Besarnya anggaran untuk Sumatera Utara atau PDAM Tirtanadi karena, Biwater menurutnya sangat tertarik menjadikan Medan sebagai role model pengelolaan air minum terbaik se Indonesia.
Andrian mengaku pendanaan perusahaannya dibantu pemerintah Inggris yang menyaratkan perusahaan untuk melibatkan segala sumberdaya lokal namun dengan tetap menerapkan standar Inggris. "Kerjasama ini nantinya tidak menggunakan sumberdaya dari Inggris, namun kami akan bekerjasama dengan konstruksi lokal, sehinga memberi benefit bagi daerah," kata Adrian.
Adrian menjelaskan bila kerjasama nantinya terwujud, pihaknya akan mendirikan training center untuk pendidikan pengelolaan air minum. "Kalau diberi kesempatan maka pada tahun 2020, 100 persen orang Medan akan mendapatkan air minum yang terjangkau. Bukan hanya air bersih namun air siap minum," kata Adrian.
Ketertarikan Biwater berinvestasi di Sumut diawali dengan digelarnya BKPM RI bertajuk "Investment Promotion Forum: Regional Potential Investment Opportunities" pada tanggal 14 Juli 2012 di London, Inggris. Pemprovsu yang diwakili Badan Penanaman Modal dan Promosi Sumatera Utara berhasil menarik minat perusahaan berpusat di Inggris yang bergerak di bidang water treatment dan desalination.
PDAM Tirtanadi memiliki target jangka panjang pada tahun 2020 mampu memproduksi 5.000 liter air bersih per detik yang akan dicapai melalui berbagai tahapan. Biwater menyatakan kesanggupan untuk membangun sekaligus pengelolaan air karena didukung kemampuan teknologi, finansial dan pengalaman yang mumpuni.
(Humas Pemprovsu)
Tindaklanjut kerjasama Biwater dengan PDAM Tirtanadi dibahas dalam pertemuan di Kantor Gubsu, Senin (4/11) yang dihadiri Gubsu Gatot Pujo Nugroho, Direktur Biwater International Ltd Adrian White, mewakili BKPM RI Tamba P Hutapea, Kepala BKPM RI di London JS Meyer Siburian, Direktur Administrasi Keuangan PDAM Tirtanadi Ahmad Thamrin dan Kepala Badan Promosi dan Investasi Purnama Dewi.
PDAM Tirtanadi di pertemuan strategis ini juga menghadirkan Direktur Operasional Mangindang Ritonga, Direktur Perencanaan & Produksi Tamsil Lubis serta Kadiv Public Relation Amrun.
Gubsu dalam kesempatan tersebut mengakui pelayanan penyediaan air bersih di Kota Medan dan sekitarnya masih perlu ditingkatkan, mengingat masih banyaknya keluhan oleh masyarakat. Karenanya dia menyambut baik tawaran kerjasama Biwater untuk bekerjasama dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat dengan konsep kerjasama bussiness to bussiness dengan perusahaan milik Pemorov Sumut.
"Saya akan pelajari draft letter of intent, semoga nantinya terwujud kerjasama B to B yang setara dan saling menguntungkan," kata Gubsu. Gubsu juga meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia ikut mengawal Pemprovsu dan PDAM dengan melakukan supervisi terhadap perwujudan kerjasama tersebut.
Gatot menjelaskan bahwa Sumut punya mimpi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di belahan Barat Indonesia. PDAM Tirtanadi sebagai perusahaan daerah penyedia air bersih memiliki peranan penting dan harus mendukung mimpi Sumut tersebut. Gubsu menilai investasi menjadi salah cara yang paling efektif untuk meningkatkan pelayanan terbaik di bidang air bersih.
Direktur Biwater Adrian White mengungkapkan, pihaknya sudah menganggarkan dana Rp 6 triliyun untuk berinvestasi di Indonesia dimana setengahnya akan difokuskan untuk kerjasama dengan PDAM Tirtanadi. Besarnya anggaran untuk Sumatera Utara atau PDAM Tirtanadi karena, Biwater menurutnya sangat tertarik menjadikan Medan sebagai role model pengelolaan air minum terbaik se Indonesia.
Andrian mengaku pendanaan perusahaannya dibantu pemerintah Inggris yang menyaratkan perusahaan untuk melibatkan segala sumberdaya lokal namun dengan tetap menerapkan standar Inggris. "Kerjasama ini nantinya tidak menggunakan sumberdaya dari Inggris, namun kami akan bekerjasama dengan konstruksi lokal, sehinga memberi benefit bagi daerah," kata Adrian.
Adrian menjelaskan bila kerjasama nantinya terwujud, pihaknya akan mendirikan training center untuk pendidikan pengelolaan air minum. "Kalau diberi kesempatan maka pada tahun 2020, 100 persen orang Medan akan mendapatkan air minum yang terjangkau. Bukan hanya air bersih namun air siap minum," kata Adrian.
Ketertarikan Biwater berinvestasi di Sumut diawali dengan digelarnya BKPM RI bertajuk "Investment Promotion Forum: Regional Potential Investment Opportunities" pada tanggal 14 Juli 2012 di London, Inggris. Pemprovsu yang diwakili Badan Penanaman Modal dan Promosi Sumatera Utara berhasil menarik minat perusahaan berpusat di Inggris yang bergerak di bidang water treatment dan desalination.
PDAM Tirtanadi memiliki target jangka panjang pada tahun 2020 mampu memproduksi 5.000 liter air bersih per detik yang akan dicapai melalui berbagai tahapan. Biwater menyatakan kesanggupan untuk membangun sekaligus pengelolaan air karena didukung kemampuan teknologi, finansial dan pengalaman yang mumpuni.
(Humas Pemprovsu)

Posting Komentar
Posting Komentar