0
Soekirman:Jadikan Budaya Sebagai  Pembinaan Tumbuhkan Rasa Memiliki Terhadap Daerah

SERGAI | GLOBAL SUMUT-PTPemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada pendiri Yayasan Rumah Datuk Pengembara  Iswanto Browo, yang terus aktif menyelenggarakan pagelaran pentas seni budaya hiburan rakyat dalam rangka mempromosikan eksistensi budaya yang ada di daerah ini. Pagelaran pentas seni budaya hiburan rakyat ini memiliki arti penting dan bermakna strategis dalam upaya menjaga, melestarikan sekaligus mewariskan seni budaya Sergai kepada generasi penerus.

Hal ini dikemukakan Bupati Sergai Ir. H. Soekirman yang didampingi Wakil Bupati (Wabup) Darma Wijaya saat membuka acara Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Datuk Pengembara ke-10 dan pentas seni budaya di Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin, Kamis sore (1/9).

Hadir dalam acara Anggota DPRD Sergai Meriyanto, Kadisdik Drs. Joni Walker Manik, MM, Kabag Humas Dra. Indah Dwi Kumala, Plt. Kadis Parbudpora, Muspika Kecamatan, Camat Pantai Cermin Gunawan Hasibuan, S.STP,  Pagelaran Suko Budoyo, Kerabat, Himasdat, Majelis Budaya Melayu, Kades, TP. PKK Desa serta ratusan masyarakat Pantai Cermin.

Bupati Soekirman mengajak seluruh warga Tanah Bertuah Negeri Beradat khususnya Pantai Cermin untuk menjadikan pentas seni budaya hiburan rakyat tahun 2016 ini sebagai momentum terbaik pembinaan seni budaya dan sarana hiburan yang dapat menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap Kabupaten Sergai.
Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki peran yang cukup strategis dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang ada dimasyarakat. Dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi serta globalisasi yang sedikit banyak menimbulkan efek negatif bagi perkembangan budaya lokal, pemerintah berkewajiban membuat kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian budaya daerah.

Diutarakan Bupati Sergai bahwa Iswanto Browo adalah satu-satunya putera daerah kelahiran Pantai Cermin yang sudah sukses merantau ke Jakarta dan tidak pernah absen pulang kampung untuk membantu masyarakat sekitar sekaligus melestarikan seni budaya yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Hal ini patut menjadi tauladan bagi kita dan masyarakat lainnya untuk selalu peduli terhadap sesama dengan tujuan membangun daerah.

Sebelumnya Iswanto Browo pemilik yayasan Rumah Datuk pengembara mengatakan kegiatan HUT ke-10 ini akan disemarakkan dengan pentas seni dan budaya selama 7 hari 7 malam dengan berbagai kegiatan. Untuk kegiatan seni dan budaya akan ada wayang kulit, wayang orang, ludruk, reog, kuda lumping, campur sari, pak pung, tari persembahan, gondang sembilan dan barongsai. Sedangkan untuk kegiatan pendidikan dan olah raga akan ada turnamen sepak bola dan cerdas cermat. Untuk kegiatan sosial diadakan pengobatan alternatif gratis/totok darah, santunan anak yatim piatu dan sunat massal, ujar Iswanto.

Lebih lanjut dikemukakan Iswanto Browo bahwa Kabupaten Sergai sangat potensial, beragam seni budaya ada di sini. “Mari kita dukung seni budaya di Sergai agar lebih maju dan berkembang, hidup dengan berbudaya akan mengajarkan kita untuk berlaku tata krama dan sopan-santu serta bila hidup tanpa budaya kita tidak ada apa-apanya”, papar Iswanto Browo.

Untuk memaknai acara tersebut diselingi dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Ki Ageng lanang seorang Ustadz sekaligus budayawan dari Jakarta. Konsep orang yang beruntung adalah pertama, beriman dan suka menolong, dan kedua selalu berbuat kebaikan. Sebagai hamba Allah agar selalu mengingatkan kepada sesama untuk  bertaqwa dan sabar dalam menjalani hidup ini. 
      
Selain itu juga kita harus dapat meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW seperti sifat Shiddiq yang artinya perkataan dan perbuatannya benar. Tabligh artinya menyampaikan artinya tidak ada yang disembunyikan. Selanjutnya Amanah artinya benar-benar dipercaya dan Fathonah yang artinya cerdas, pungkas Ki Ageng lanang.(putranursaid)

Post a Comment

Top