0
MEDAN | GLOBAL SUMUT-Bayu(20) warga kampung duren mengaku bahwa ia bersama adiknya ilhamsyah (19) ketika itu naik sepeda motor dihadang oleh oknum PNS sampai mereka jatuh dan langsung menembak adiknya bertubi-tubi diseputaran lantas Polresta Medan, selasa(06/09/16).

Kejadian bermula pada empat bulan yang lalu, awalnya kami  kenal sama bapak itu untuk mengurus Sim C, bisa tidak kamu membantu urus dua SIM kata bapak itu kepada saya, saya minta harga 800 ribu, saya pikir SIM tersebut bisa diselesaikan(ACDC) ternyata gak bisa, lalu saya pulangkan 400ribu, tinggal 400 lagi., beber Bayu kepada media ini.

Setelah lama tidak berjumpa, ada niat untuk membayar hutang 400 ribu itu,  tiba-tiba dia datang dengan membabibuta, memukul saya, hingga saya jatuh,  dan lebih parah lagi dia menembaki saya dan adik saya sebanyak sepuluh kali tembakan, tiga tembakan lengket dibadan, kejadian ini membuat warga disekitar sini jadi ramai bang, tambah bayu kembali

Karena asyiknya dia menembaki adik saya, akhirnya pelurunya habis, bapak itu mencoba berlari tetapi polisi berhasil menangkap bapak itu, ketika anak-anak saat mencari peluru, dapat sama mereka 6 butir peluru mimis bang, ujar bayu dengan nada- nada menggebu-gebu.

Ketika awak media mencoba konfirmasi oknum PNS tersebut yang keluar dari ruang SPKT Polresta medan, tidak ada jawaban dari pelaku tersebut. (Ariel)

Post a Comment

Top