0
SIMALUNGUN | GLOBAL SUMUT-Rusaknya sarana PSDA Tongguran II yang ada di wilayah Dusun Somba Huta Desa Tanjung Maraja Kecamatan Jawa Maraja Kabupaten Simalungun kini menimbulkan masalah bagi petani.
   
Para petani yang ada di wilayah setempat dari sekitarnya seperti di Dusun Nagabayu, Manrayap 1, Desa Manrayap Bayu dan Dusun Sigaol, Dusun Bosar Dolok, Desa Bosar Bayu, Kecamatan Hutabayuraja saat ini mengaku cemas dan resah.
   
Mereka khawatir lahan sawah dikawasan tersebut nantinya tidak akan bisa digarap secara maksimal. Kalaupun ada yang diolah dan melakukan pertanaman padi sawah hanya dengan pemampaatan air hujan, karena mereka sudah sempat melakukan persemaian. Dan mereka yang belum sempat melakukan persemaian dengan berat hati terpaksa menanam ubi kayu. Hal itu dilakukan karena sudah 3 minggu pada irigasi tersebut tidak mengalir air sampai sekarang, kata salah seorang petani Saut hasibuan, sabtu (10/9).

Demikian juga petani yang ada di Dusun Bosar Dolok. Mereka sangat khawatir mana tau sarana PSDA Tongguran II memakan waktu perbaikan dalam jangka waktu yang lama sehingga padi di lahan persawahan mengalami kekeringan. Kalau ini terjadi warga tani ini akan mengalami kekeringan besar. Akibatnya akan terjadi peningkatan kemiskinan, kata Op.Wiranda Sinaga.

Parahnya kerusakan jaringan irigasi itu justru merupakan kelemahan teknisi PSDA Tongguran II karena di tahun 2015 pembangunan proyek ini berupa perbaikan sarana irigasi teknis disejumlah titik telah dilakukan dengan biaya yang sangat besar yang bersumber dari APBN. Tentu bertujuan untuk percepatan pertanaman dan peningkatan hasil produksi , namun yang terjadi adalah perlambatan pertanaman.
   
Kejadian itu sesuai laporan dari marga Gultom selaku pengawas PSDA Tongguran II menjelaskan, bahwa setelah dilakukan penutupan dipintu air ternyata disepanjang tanggul irigasi tepatnya di wilayah Somba Huta nyaris jebol karena ada liang yang dalam dan panjang. Untuk itu perlu perbaikan sesuai mekanisme.
   
Sejumlah petani yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pihak PSDA Tongguran II kurang bertanggung jawab alias amatiran. Seharusnya masalah ini sudah terlapor sebelum pelaksanaan pembangunan proyek yang dilakukan tahun 2015 yang lalu.
   
Beberapa petani seperti Pak Yanti Simanjuntak, S.hasibuan dan E.Hasibuan mengatakan telah banyak kutipan-kutipan yang telah diberikan kepada orang tertentu guna kelancaran fungsi irigasi ini namun air tetap tidak berjalan. (Binsar Sinaga)

Post a Comment

Top