0
MEDAN | GLOBAL SUMUT-Terkait gaji anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) di Indonesia, Sutrisno Pangaribuan buka-bukaan soal gaji DPRD yang diterimanya plus fasilitas lain, dikatakannya pada beberapa awak media diruang rapat komisi C gedung DPRD Sumatera Utara, kamis (08/09/16).

Sutrisno Pangaribuan menilai " yang paling penting dilakukan DPRD sekarang diseluruh Indonesia baik Provinsi dan kabupaten, lakukanlah sebagaimana undang-undang pengamanan fungsi badgeting, legislasi, pengamanan itu yang paling penting bukan mempersoalkan gaji naik, ujar Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Lanjut Sutrisno pangaribuan, "artinya keluhan DPRD Kabupaten yang baru-baru ini menyatakan 13 Tahun gaji tidak naik, itu kalau dibandingkan dengan siapa, kalau dibandingkan untuk kenaikan upah minimum Kota sama UMK  Kabupaten saja itu sudah bedebat padahal kenaikanny tidak signifikan naiknya hanya ratusan ribu, itupun berdarah-darah, demo kemana-mana".

"Kalo gaji kami pokonya Rp6 juta, termasuk tunjangan komunikasi  sama tunjangan perumahan totalnya Rp21 juta, sekarang tidak ada sistem asuransi, kalau sakit kami masuk rumah sakit disana bang Pringadi" katanya menunjuk  sembari tertawa.

Terkait stage home pay "Logikanya begini potongan partai Rp4juta sebulan karena kami bangun kantor tambah Rp5juta jadi total 9 juta dipotong dari 21 juta, kami dipotong setiap bulan, jadi stage home pay secara keseluruhan Rp12juta", beber dari fraksi PDI Perjuangan itu.

Mengenai fasilitas" kalau kunjungan kerja kelapangan(daerah) misalnya kunjungan 4hari hanya dikasi Rp400 ribu, kami hanya dikasi mobil tapi tidak dikasi minyaknya, papar sutrisno pangaribuan dengan cemas.

"jauh lagi uang harian kunjungan kerja sebesar Rp1,5 juta, makan kita semua disitu, ongkos kemana-mana disitu, kalau saya makan bisa lah makan diwarteg, gimana pejabat DPRD yang lain makannya ya direstoran, terangnya kembali

Sahutnya lagi "belum lagi kalau kunjungan kejakarta, datang adik-adik saya yang satu perjuangan dulu, datang sepuluh orang, gak mungkin gak ditraktir semuanya".

"Makanya jadi gila DPR ini kunjungan kerja, akhirnya semua alat komisi dan alat kelengkapan sibuk kunjungan kerja, tugas utama DPRD SUMUT bukan kungker, tugas utamanya iyalah studi banding".

bayangkan kantor DPRD ini sering kosong, jadi iniliah skenario eksekutif, dari sini kita tau  dari segi ekonomi  beda dengan anggota DPRD sumatera Utara yang dulu, jauh berbeda, tutup Sutrisno Pangaribuan.  (Ariel)

Post a Comment

Top