0
MEDAN | GLOBAL SUMUT-Singapore Station yang terletak di areal SPBU Jalan Adam Malik tepat disebelah Hotel Grand Asean, kota Medan adalah lokasi permainan game ketangkasan yang telah beroperasi cukup lama. Bahkan pada bulan Ramadhan yang lalu, games jenis ketangkasan ini terus beroperasi.

Game ketangkasan yang disungguhkan Singapore Station tersebut, sama percis yang pernah digrebek oleh pihak Polda Sumatera Utara di komplek plaza Milenium beberapa bulan yang lalu yakni Milenium Zone. Dalam penggrebekan Milenium Zone yang berada di komplek ruko Millenium Plaza tersebut dipimpin oleh AKBP Faisal Napitupulu. Penggrebekan terhadap Milenium Zone tersebut, menurut  AKBP Faisal Napitupulu, Milenium Zone telah menyalahgunakan permainan ketangkasan tersebut menjadi ajang perjudian. Makanya, Milenium Zone digrebek dan semua unit permainan disita Polda Sumut. Namun, menurut kabar yang beredar dilapangan, Milenium Zone telah beroperasi kembali.

Kemudian, Singapore Station yang menyelenggarakan game ketangkasan sama percis yang digunakan pihak Milenium Zone, "katanya" tidak menyalahgunakan permainan tersebut menjadi permainan judi. Apa iya ? Mari kita dengar keterangan dari mantan pengawas Singapore Station (SS)

Mantan pengawas Singapore Station ini tidak mau disebutkan namanya oleh awak mediaglobalsumut.com. Namun, kita sebut saja AH (inisial). AH tidak banyak menceritakan tentang Singapore Station. Hanya bagian-bagian yang menurut AH garis besar kemungkinan diduga "perjudian".

Menurut penuturan AH, Singapore Station tersebut memang ada izin dari Dinas Pariwisata. Namun, kerap sekali oknum-oknum kepolisian yang berpangkat perwira datang mengunjungi Singapore Station. "Kalau Polisi seringlah ke Singapore Station untuk ambil jatah. Pangkat perwira pun datang. Si AS (inisial) yang Dinas di Polda Sumut, sering datang. jS (inisial) juga datang ke lokasi. Pokoknya, fasilitas terkondisilah kalau mereka datang."sebut AH tanpa menjelaskan jatah apa yang diperoleh oknum-oknum Polisi tersebut.

Lanjut AH, Dia mengatakan kalau Singapore Station tidak pernah digrebek. Karena oknum-oknum kepolisian telah mendapatkan jatahnya. "Mana ada pihak Poltabes (Polresta Medan) sidak kesitu (Singapore Station). Terkondisilah bro pokoknya. Kalau Poltabes (Polresta) Medan terselubung. Orang Polsek setidaknya diduga dapat juga itu."sebut AH tidak mengatakan permainan game ketangkasan Singapore Station tersebut mengandung unsur judi atau tidak.

Dijelaskan AH, pemilik Singapore Station itu adalah pemilik SPBU lokasi Singapore Station berada. AH menyebutkan 3 orang pemilik saham permainan ketangkasan tersebut. "Ada 3 orang pemilik sahamnya Bro. Salah satunya pemilik SPBU, SNJ (inisial). Licik dan hukum dibuat mainan aja sama SNJ ini. Milenium Zone yang digrebek dan Galaxy Zone diganggu kan karena SNJ. Satu lagi LE, kalau yang ini cantik permainannya."jelas AH, tanpa menyebutkan games ketangkasan Singapore Station ini mengandung unsur judi atau tidak.

Dalam penuturan, AH melalui selular ke awak Media globalsumut.com meminta agar Singapore Station digrebek. "Kalau bisa digrebek ajalah itu (Singapore Station). Jangan mau disuap sama mereka bro (pemilik SPBU)."ucap AH kepada awak media globalsumut.com, tanpa menyebutkan ada unsur judi atau tidak.

Kapolsek Medan Baru Kompol Ronni Bonic.SH.MH saat dikonfirmasi mengenai Game Ketangkasan Singapore Station melalui via selular mengatakan bahwa games ketangkasan tersebut tidak ada unsur judi. "Tidak ada unsur judi. Penukaran kupon yang dimenangkan tidak ada ditukar dengan uang. Kita pun sudah kirim cepu (mata-mata) untuk memantau, tapi tidak juga ada unsur judinya."kata Ronni melalui via WhatsAp.

Ket foto : mesin games ketangkasan (int).

Post a Comment

Top