0
PERCUT | GLOBAL SUMUT-Segala  cara  di buat guru mau pun Kepsek untuk menjalankan bisnis demi keuntungan Pribadi  apalagi setiap  tahunnya mengadakan  pengutipan dana, dari  mulai  tingkat  S.D , SMP,  dan  SMA.iItulahnya di lakukan Pihak Sekolah setiap  tahunnya .

Sepertinya bisnis tahun ini sudah mendapat izin dari atasannya atau intansi tersebut, pasalnya seperti kita ketahui pemerintah    sudah menyarankan dilarang melakukan pungli dalam berbentuk  apapun terutama di Dunia Pendidikan seperti disekolah negeri maupun  swasta. namun prakteknya pungli tetap saja berjalan.Seperti yang terpantau awak media ini di salah satu SD Negeri 101779 Percut siswa  kelas  6 yang sudah selesai UAS   mengadakan pengutipan  dana untuk perpisahan  berbentuk  Tamasa alias jalan jalan,  Menurut nara  sumber  wali murid  kelas   6  berinisial  Sera dan Oskar mau mebilangkan  kepada gurunya bahwa anak saya tak tahan naik motor muntah, berapa    dananya   ibu ……     Rp 12.5000 persiswa kalau tak  ikut pak anaknya nanti tak  dapat Raport  [tak   lulus_red] apa biasa  gitu pihak  sekolah pak, semacam   ngancam  gitu ungkap wali murid tersebut kepada  wartawan 
Saat dijumpai  Roslina Spd  Kepsek  SDN 101779 dikantornya  mengatakan  tak mungkin  gurunya  mengatakan seperti itu   sama  orang tuanya .

Lanjut sang Kepsek, hendaknya supaya kelar bapak bawa saja orang tua murid itu kemari apa ada pemaksaan atau tidak biar  jelas.

Tambahnya biar tau saja bapak sebelum berangkat saya kasih surat kalau  ada  orang tua yang keberatan terang Kepsek  dengan nada agak nantan.

Diimbau kepada Bupati dan Kepada Dinas Pendidikan Deli Serdang agar Kepala Sekolah SDN 101779 Percut  dan guru kelas 6 di pantau dan jika mereka melanggar harus diberi tindakan.
[Manaor Simangunsong ]

Post a Comment

Top