0
MEDAN | GLOBAL SUMUT-Gudang penyimpanan dan pengolahan ban bekas di Kawasan Industri Medan (KIM) 3 Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan ludes terbakar, Kamis (2/4) sekira pukul 14.15 Wib.

Keterangan yang dihimpun wartawan awal api dari timbunan ban bekas yang ada di luar gudang kemudian merembet ke dalam gudang hingga menghanguskan semua isinya.

Pihak pengusaha yang ada di lokasi kebakaran itu tidak mau memberitahukan nama perusahaan dan tidak ada plang nama perusahaan tersebut.
Ketika dikonfirmasi kepada Humas PT KIM  Baringin Simanjuntak mengatakan bahwa nama perusahaan PT Nusantara Hijau Ban namun tidak jelas keberadaannya.

Diduga PT Nusantara Hijau Ban itu tidak ada surat izin gangguan dan biasa juga disebut HO (Hinderordonnantie) adalah surat keterangan yang menyatakan tidak adanya keberatan dan gangguan atas lokasi usaha yang dijalankan oleh suatu kegiatan usaha di suatu tempat.

Keterangan Camat Medan Labuhan Arrahman Pane didampingi Lurah Kelurahan Tangkahan Indra Hutagalung di lokasi gudang yang terbakar mengatakan tidak mengetahui ada tidaknya izin perusahaan gudang penyimpanan ban yang itu.

Ada dugaan pengusahanya pengamplang pajak karena tidak jelas dokumen perusahaan itu.Sebab sejumlah orang yang mengaku pemilik saham saat melihat kejadian itu mengusir wartawan supaya tidak diliput dan dikonfirmasi tentang keberadaan gudang yang terbakar itu.

Menurut sejumlah pekerja di gudang itu yang tidak mau disebut namanya, pengusahanya penampung ban bekas dan dijual kembali setelah dimasak artinya ban bekas yang didaur ulang dan kembali seperti baru.

Berbagai merek ban baru tapi palsu keluar dari perusahaan itu di jual kepasaran, kalau pembeli tidak teliti akan tertipu.

Ketika dikonfirmasi pengusaha gudang yang terbakar tersebut  seorang wanita keturunan China tidak mau buka bicara. Dikatakannya tanya saja sama "Herder" itu, katanya.

Arrahman Pane mengatakan pengusaha gudang yang terbakar itu tidak tersentuh karena dia bermain ditingkat atas penguasa dan pemerintah. Tidak tahu maksudnya yang jelas tapi diduga pengusahanya bermain persekongkolan rahasia dengan petinggi di pemerintahan Sumut.

Ditambahkannya, dipastikan ada gangguan terhadap lingkungan, kesehatan manusia atas operasional gudang yang terbakar itu,ucap Arrahman.

Ada 12 mobil pemadam kebakaran memadamkan api tapi tidak berhasil karena bahan yang terbakar Ban yang terbuat dari Karet. (red)  

Posting Komentar

Top