0
TANJUNG BALAI | GLOBAL SUMUT-Target kunjungan satu juta wisatawan asing ke Sumatera Utara pada tahun 2017 yang dicanangkan pemerintah pusat menjadi tantangan bersama yang harus dicapai. Salah satu daerah yang diharapkan turut menyumbangkan wisatawan asing ke Sumut adalah Kota Tanjung Balai.

Hal ini disampaikan Gubsu Erry pada saat menghadiri pembukaan pagelaran seni dan budaya serta pameran pembangunan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tanjung Balai yang ke.396 di lapangan Pasir Kecamatan Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai, Selasa (27/12/2016).

Hadir pada kesempatan tersebut Walikota Tanjung Balai HM Syahrial SH MM, Wakil Walikota Tanjung Balai Drs H Ismail, Ketua DPRD Kota Tanjung Balai Bambang Haryanto, Ketua PKK Sumut Evi Diana Erry, FKPD Kota Tanjung Balai, Kepala BNN Kota Tanjung Balai Bangko, tokoh agama, Tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat serta masyarakat Kota Tanjung Balai.
Untuk merealisasikan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumut, Gubsu Erry berharap pemerintah Kota Tanjung Balai bersama seluruh stakeholder terkait berbenah dan mempersiapkan segala infrastruktur penunjang lainnya agar para wisatawan mau berkunjung ke Kota Tanjung Balai.

“Kalau sekarang jumlah kunjungan wisatawan asing ke Sumut 250 ribu. Kita ditargetkan empat kali lipat. Berdasarkan wilayahnya, Tanjung Balai cukup strategis berbatasan dengan selat Malaka. Selain Kualanamu dan Belawan, Tanjung Balai juga merupakan pintu masuk wisatawan. Hal ini harus bisa termanfaatkan oleh kita untuk menarik wisatawan ke Sumut,” ujar Gubsu lagi.

Dikatakan Gubsu peringatan hari jadi Kota Tanjung Balai yang dirangkai dengan kegiatan seni budaya dan pameran pembangunan merupakan hal yang positif. Kegiatan ini harus dimasukan sebagai kalender kegiatan pariwisata untuk menarik minat wisatawan. Tentunya dengan membuat kegiatan yang lebih meriah dan menarik lagi dengan melibatkan seluruh masyarakat Tanjung Balai.

“Saat menghadiri peringatan HUT Kota Gunungsitoli diadakan tari tradisional yang memecahkan Rekor MURI. Saya berharap di Tanjung Balai juga melakukan kegiatan yang juga dapat memecahkan rekor MURI,” harap Gubsu.

Peringatan hari jadi suatu lanjut Gubsu dalan konteks yang umum, idealnya dimaknai sebagai momen untuk merefleksikan perkembangan suatu daerah dari waktu ke waktu.

Jika dilihat dari sejarah panjang perjalanan waktu 396 tahun merupakan waktu yang cukup panjang. Tentu bayak yang sudah diperoleh dari hasil-hasil pembangunan yang telah dilalui.

Oleh karenanya memelihara pembangunan di kota Tanjung Balai ini jauh lebih utama daripada pelaksanaan pembangunan itu sendiri. ” Toleransi, rasa persaudaraan dan persatuan harus tetap terjaga. Mari sama-sama memelihara Kota Tanjung Balai ini,” ujar Gubsu.

Dikatakan Gubsu, selain industri parisiwisata, Tanjung Balai juga bisa kian mengembangkan sayapnya di dunia industri dan perdagangan. Seperti diketahui Tanjung Balai juga dikenal sebagai kota jasa.

“Saya juga berharap kedepan akan ada Kawasan Industri Tanjung sehingga bisa menampung industri-industri yang ada disini. Atau bisa saja dibangung kawasan Industri Asean. Karena memang berdasarkan geografisnya sangat mendukung,” tutur Erry.

Sementara itu, Walikota Tanjung Balai M Syahrial mengatakan dalam rangka memperingati hari jadi Kota Tanjung Balai sebelumnya telah digelar pagi harinya paripurna istimewa di DPRD Tanjung Balai dan pawai budaya. Dan malam harinya digelar kegiatan festival seni budaya dengan menghadirkan artis ibu Kota Juwita Bahar dilapangan Sultan Abdul Dzalil.

Selain itu juga masyarakat bisa melihat pameran pembangunan dengan menghadirkan stan-stan dari SKPD, kecamatan hingga kelurahan. (rs/red/gbs)

Posting Komentar

Top