0
MEDAN LABUHAN | GLOBAL SUMUT-Ratusan siswa dan alumni Madrasah Aliyah Persiapan Negeri 4 (MAPN4) Medan meminta kepala sekolah MAPN 4 Medan Nurkholidah Lubis mundur dari jabatannya.

Aksi para siswa ini pun didukung oleh orangtua siswa dan guru.

Nurkholidah diduga menyelewengkan dana sekolah, kasus ini sempat ditangani Kementerian Agama, namun menurut para siswa belum tuntas.

Nurkholidah Lubis menolak mundur dari jabatannya.

"Saya tidak bersedia turun, karena sudah banyak pengembangan yang saya berikan bagi sekolah ini (MAPN 4 Medan)," ujarnya, Selasa (7/8/2018) siang.

Dugaan penyelewengan dana yang dituduhkan kepadanya, Nurkholidah Lubis pun membantahnya.
Dia merasa dizalimi atas tuduhan itu.

Karena itu, dia pun meminta kepada Kementerian Agama yang juga menaungi MAPN 4 Medan untuk mengkondusifkan sekolah tersebut.

Apalagi menurut Nurkholidah, ia sudah tak didengar oleh sejumlah bawahannya.

"Yang saya harapkan keadilan ditegakkan. Jangan menzalimi orang yang tidak bersalah. Jangan menzalimi kalau tidak dilakukan penyelidikan dengan baik," sambungnya.

Lebih lanjut, soal dana infaq dan baju batik yang juga menjadi tuntutan para siswanya, Nurkholidah Lubis berdalih kalau dana infaq tersebut bukan dirinya yang memegang.

Sedangkan baju batik, katanya sudah ada di koperasi sekolah namun orang yang membagikannya justru mundur.

Untuk itu, Terkait dugaan penyelewengan dana yang dituduhkan padanya, Nurkholidah Lubis pun mengaku siap untuk diperiksa.

"Ke mahkamah ilahi pun saya siap. Di dunia dan akhirat saya siap," pungkasnya.[surya/abu]

Posting Komentar

Top